Minggu, 07 Desember 2025

SARANG TRAGEDI; DAN PUISI-PUISI LAINNYA


*Sumber Gambar: iStock




Sarang Tragedi

 

tragedi bersarang pada air yang mendinginkan kerongkonganmu

tragedi bersarang pada kopi yang mendentangkan jantungmu

tragedi bersarang pada manis krim di ujung lidahmu

tragedi bersarang pada kulit ayam yang berkriuk di gigimu

tragedi bersarang pada soda yang mengembungkan perutmu

tragedi bersarang pada gurih makan pagi dan siang dan malam

 

tragedi bersarang pada parfum yang mengendap di tubuhmu

tragedi bersarang pada deodoran yang menyerap keringatmu

tragedi bersarang pada kecantikan yang mendekap wajahmu

tragedi bersarang pada serum yang membungkus lenganmu

tragedi bersarang pada pasta gigi yang mencerahkan senyummu

tragedi bersarang padamu sepanjang pagi dan siang dan malam

 

tragedi bersarang pada kegelapan

di celah kelopak matamu

dan kau menjalani hari seolah-olah

tak ada yang salah dengan hari ini pun kemarin

di seberang sana

 

(Jakarta, Juli 2024)



Yang Dicintai Angin

 

1/

 

angin mencintai para perokok:

disebarkannya asap itu ke orang-orang lain

agar para perokok tak sendiri di akhirat

 

2/

 

angin mencintai mereka yang terluka:

diselimutinya luka-luka menganga

dengan butir-butir debu jalanan

 

3/

 

angin mencintai mereka yang tak mencintai kehidupan:

disibakkannya jalan selebar-lebarnya

semulus-mulusnya

untuk mereka yang terjun dari atap bangunan

 

4/

 

angin mencintai mayat-mayat yang tak ditemukan:

dikirimkannya bau busuk mereka

pada orang-orang lewat

agar setidaknya ada yang menunduk

untuk memberi hormat

 

(Jakarta, Juli 2024)



Mimpi yang Terbawa Angin

 

ia tertidur di depan laptop

lupa menutup jendela

angin menghanyutkan mimpinya ke luar

seperti layang-layang lepas

menyenggol kawanan burung yang terbang

menukik ke pinggir jalan

menabrak kaca depan sebuah bajaj

tersangkut pada wiper-nya.

 

“mimpi ini bagus,” gumam si tukang bajaj,

melipat-lipat dan mengantungi mimpi tersebut.

dari pagi sampai sore ia tak mendapatkan

penumpang maupun uang,

tapi minimal ia membawa mimpi besar

untuk keluarga kecilnya.

 

(Jakarta, Juli 2024)



*) Puisi-puisi ini dimuat di Kurungbuka.co pada 27 September 2025.

Tidak ada komentar :