*Ilustrasi oleh: Mujahidin Nurrahman
Kepada Komandan Tim Riset Interplanet,
Melalui laporan ini saya, M931, sekaligus mewakili mendiang F929, akan menyampaikan hasil riset kami di Bumi, mengenai peluang kolaborasi reproduksi dengan Homo sapiens, dalam rangka memperluas penyebaran spesies kita dan mencegah kepunahannya.
Sejak dua tahun lalu, saya dan F929 telah mempelajari secara intensif salah satu bahasa Homo sapiens dari Kamus Bahasa Interplanet oleh mendiang M172, karena penguasaan bahasa adalah salah satu aspek penting dalam kolaborasi reproduksi. Akhirnya, pada 25 Ptorias 1997[1], kapsul kami turun ke Bumi; koordinat pendaratan kami adalah tempat dari mana bahasa dalam kamus M172 berasal. Kami sengaja menunggu hari gelap untuk mendarat, ketika aktivitas Homo sapiens paling minimum, sehingga potensi mereka menyadari kehadiran kami sangatlah kecil. Kapsul kami meluncur menembus permukaan sungai berair cokelat dan penuh sampah—tidak ada siapa pun di sekitar sana—dan parkir di dasarnya. Setelah berenang keluar ke bantaran, kami mengubah wujud menyerupai Homo sapiens: saya menjadi pejantan; F929 menjadi betina—lengkap dengan kostum khas spesies tersebut.
Dari bantaran, kami berjalan ke sembarang arah. Tiba di pinggir sebuah lapangan, kami melihat sepasang Homo sapiens jantan-betina sedang melakukan sesuatu di antara semak-semak: si Betina duduk di atas si Pejantan, mengulang-ulang gerakan dan kalimat pendek yang sama. Kami pun bersembunyi di balik pohon, saya mengaktifkan mode rekam pada mata dan telinga (rekaman saya sertakan bersama laporan ini); kemungkinan mereka tengah bereproduksi karena kata-kata si Betina menyiratkan demikian.
Melalui teleserfo[2] F929 berkata, “Ayo bajak percintaan mereka? Aku dengan si Pejantan, kau dengan si Betina.”